Tips Menata SDM Generasi Milenial di Perkebunan Kelapa Sawit

  • Whatsapp
Menata SDM Generasi Milenial di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
Menata SDM Generasi Milenial di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Di Indonesia, proporsi generasi milenial sekitar 34,45% dari total penduduk (Aziz 2018). Artinya jumlah milenial sebenarnya memiliki peran penting dalam menentukan masa depan negara ini dan tentunya juga mempengaruhi masa depan perkebunan sawit Indonesia. Dengan demikian, salah satu kunci masa depan perkebunan kelapa sawit terletak pada seberapa kreatif kita dalam mengelola sumber daya manusia milenial tersebut. Jika sebagai pemimpin kita dapat mengelolanya dengan baik maka akan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan, namun jika kita tidak peka terhadap karakteristik Gen Y dan tidak ingin merubah sikap dalam mengelolanya, maka hal sebaliknya akan menjadi potensi. masalah bagi kinerja perusahaan.

Dengan dibukanya kembali pasar CPO ke Eropa, komitmen China untuk meningkatkan kuota impor CPO, kebijakan penggunaan pesawat Bio Diesel dan Bio Avtur, nampaknya menjadi “vitamin” baru yang akan meningkatkan stamina untuk pengembangan minyak sawit di Indonesia. Namun, perkembangan tersebut masih akan menghadapi tantangan krisis sumber daya manusia, bukan karena jumlahnya yang tidak mencukupi melainkan karena karakter, tuntutan dan minat mereka untuk menggarap perkebunan kelapa sawit yang cukup rendah. Krisis sumber daya manusia sebenarnya telah dirasakan oleh para praktisi HC yaitu dari sulitnya mendapatkan talent dari Perguruan Tinggi karena preferensi kandidat lebih cenderung bekerja di wilayah perkotaan dan non-perkebunan. Singkatnya, jangankan mencari calon karyawan level staff, mencari tenaga kerja panen saja HC sudah kesulitan dan cenderung akan semakin sulit. Sementara di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia per Agustus 2017 masih cukup banyak, yakni 7,04 juta orang. Inilah tantangan saat ini dan ke depan yang harus dihadapi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk  bisa exist dan bertumbuh. Lalu, apa yang harus dilakuan?

Read More

Untuk tumbuh kembali dan meningkatkan minat bekerja di perkebunan kelapa sawit, perlu adanya dukungan dan strategi kolaborasi dari para pemangku kepentingan kelapa sawit. Re-branding merupakan salah satu langkah untuk menjadikan perusahaan sebagai Employee of Choice (EOC). Branding bisa dilakukan secara internal dan eksternal. Perusahaan yang akan dipilih oleh talenta terbaik juga harus memiliki kualitas internal yang baik. Terdapat lima faktor perusahaan jika ingin menjadi seorang EOC yaitu V.O.I.C.E yaitu; Vision perusahaan, Opportunity karir, Insentive yang didapatkan, Community, dan Entrepreneur dalam hal bekal yang diberikan pada talent-nya.

source: merdeka.com

Lebih lanjut, kita juga perlu mengetahui tips bagaimana mengelola karyawan generasi milenial secara efektif. Untuk bisa mengelolanya secara efektif, tentunya perlu mengakomodasi gaya kerjanya. Mereka lebih suka melihat bos mereka sebagai mentor dan pelatih daripada sebagai bos. Berkolaborasi dan melibatkan mereka dalam prosesnya akan membuat generasi milenial merasa diterima, memberikan pekerjaan yang berkualitas, dan nyaman.

Related posts